Monday, October 15, 2012

Trip to Bali Day 1


Penerbangan Jakarta bali ada di jam 5.35. awalnya memang jam keberangkatan ada di jam 12.15, tapi karena ada perubahan dari airasianya sendiri, kami memutuskan untuk terbang jam 5.35. Ingin lebih lama di Bali intinya :). Setelah telpon telponan ga jelas ala sofyan yang bingung keberadaanku entah dimana, yang sebenernya ada persis di sebelah kamarnya dia, kami berhasil bangun jam 3 pagi dan siap siap ke bandara. Taksi sudah nunggu di depan Tune Hotel, dan dengan dahsyatnya membelah jalanan Jakarta di pagi pagi buta. Sampai di bandara terminal tiga, kami solat subuh dan akhirnya bisa on time terbang ke Bali.

Sampai di Bali, kami ga bisa langsung early check in. Maklum, tune hotel Bali sedang penuh banget hari itu. Tapi daripada nenteng-nenteng tas nggak keruan, akhirnya bisa nitip tas dengan biaya per tas yang lumayan murah (8000 per tas). Perjalanan ngurah rai tune hotel tuh cepet banget. Ga sampe 15 menit sudah ada di tune hotel. Di Batam, ada beberapa hotel / wisma  nyempil nyempil nggak keruan dijalan yang bukan jalan besar. Tapi di Bali, kebanyakan hotel bahkan sekelas tune dan fave hotel malah ada dijalanan gang.

Buat nyampe di Kute, cukup jalan kaki, dan sudah kelihatan deh gapura kute. Pantai nan panjang yang garis pantainya kayak bulan sabit langsung terbentang deh. Pengen lebih eksplore Bali, kami jalan kaki menyusuri legian, zero ground dan berakhir dengan pencarian toko Khrisna yang tak berujung. Yang lebih ku khawatirin si sofyan sebenernya. Udah kenal lama, tapi baru jalan bareng kali ini. So takut banget kalo hari pertama malah dia tepar. Tapi rasa rasanya dia sehat kembali setelah dia menemukan surganya oleh oleh. Kalap….
Gapura Kute





Kute when the first time i see


It's a street market

Zero ground, monumen bom bali

The names in zero ground
Setelah “menemani” sofyan belanja, kami solat di mesjid Yonif 88. Sambil nglurusin kaki sempetlah online bentar say hai di dunia hitam sana. Hehehe ga penting banget ya… yang penting eksis :D. Dan as only and the only girl di trip ini, aku ga mau buat jalan kaki lagi. Pokoke naik taksi. And guest what sodarah sodarah, Cuma 8rebon naik taksi dari komplek yonif ke pasar denpasar. BAGOS…

Karna belum makan siang, kami mutusin untuk cari rumah makan yang ada tulisannya halal. Dan nemu warung nasi akhirnya. Nggak pengen makan ayam, saya sendiri memesan soto ceker dan itu yummy (padahal ceker juga dari ayam ya? ).

Soto ceker

Balik ke hotel istirahat bentar, kami jalan  lagi ke kute. Enak banget deh tinggal deket kute, mw ke pantai cari suasana sunset buat photo photo tinggal jalan kaki :). Dan pemandangan sunset Kute memang indah banget :). Ga pengen kemana mana malem harinya, jam tujuh malem aku sudah tarik selimut. Malem minggu pertama di Bali berakhir molor di kamar tercintah :).
Kute when sunset

Day two, kami sudah pesan mobil sekaligus driver jauh hari, tinggal nunggu di jemput aja. Jadi karena kelaparan yang amat sangat, aku mengawali hari dengan makan pop mie, I know it’s not good. But I don’t have any other choice. Pak supir datang dan kami pun check out dari Tune hotel kute. Di perjalanan pak Iwan menawari kami untuk sarapan di nasi pedas. Dan karena masih jam 8 pagi waktu setempat, menu nasi pedas sama sekali belum komplet. Udah sarapan sebenernya, but ok la to take 1 more. Rata-rata makan di warung nasi pedas itu 15ribuan, tergantung menu.

Hari minggu pagi yang cerah, pak Iwan membawa APVnya melewati gedung DPRD yang asli kayak istana, dan masuk ke kawasan Lapangan Puputan Margarana. Karena hari libur, banyak banget keluarga yang menghabiskan waktunya di sana. Mulai dari jogging, main kasti, sepak bola, atau hanya ngajak jalan anjing peliharaan pun pokoknya ada di sana. Aku berjalan mengitari lapangan untuk menuju museum Bali. But what can I say, museumnya tutup kalau hari Minggu, then berakhir dengan photo photo aja di depan gate museum.




Back to APV, kami menuju Sanur. Ternyata pantai sanur lebih “merakyat” dibanding kute. Banyak banget yang mandi disana.. sampe bingung mau ambil spot yang bagus buat ngejepret :(. Ngak lama lama disana, kami pengen secepatnya bergerak. Tujuan utama kami adalah Kintamani. Ada beberapa jalur untuk menuju kintamani, dan dengan soktoynya dan pengen tahu Bebek tepi sawah tu gimana, akhirnya aku minta ke jalur Goa gajah dan Tampaksiring. Dan hal ini berarti kami nggak ke Ubud, atau alas kedaton (klo ga salah ya).

Sanur Beach in the morning

Bebek tepi sawah? Well sampe sana itu sekitar jam 10an. Pleaseeee kecepetan banget buat makan siang, akhirnya kami Cuma  mutusin buat ngeliat tempatnya aja. Jadi itu memang bener bener restoran yang di set dengan sedemikian apiknya. Ada sawah yang tidak begitu luas hijau membentang. Walaupun restorannya luar biasa cantik, tapi sayiag nggak sesuai dengan imajinasi saya hehehe. Maklum…

Next is Goa gajah, nggak beda jauh sama Cave stone di KL, cuma buat ke guanya, kita g aperlu naek tangga setinggi cave stone. Goa gajah adalah tempat peribadatan yang didalamnya ada patung dewa ganesha (Gajah). Pemandangan di sekitar Goa gajah hijau banget. Dan aku pun menemukan musuh utamaku… tangga. Seperti tempat tempat dibali yang keramat atau tempat peribadatannya, bagi yang memakai celana pendek biasanya di beri pinjaman kain untuk menutupi, atau bagi yang berpakai tertutup, hanya di beri satu kain untuk diikat di pinggang.
Inside goa gajah

Me, in front of Goa gajah
Surrounding Goa gajah, u can see the stairs right?? :D

Next trip is Tampak Siring. Istana presiden di bali. Tapi ga bisa masuk ke sana. Kata penjaganya musti ada surat dari petinggi dari Jakarta sono. Ga Penting!!!. Kami langsung masuk ke area bawah bukan istananya. Ternyata disana sedang ada ibadah. Some click click I did in my camera. To remind me that I was ever there to see they prayed :). Tampak Siring bagian depan kita jumpai adanya kolam ikan yang banyak ikannya. Terus seperti biasa kami harus pakai kain kuning dan masuk ke area peribadatan mereka. Dan disana ada kolam suci yang nantinya setelah mereka selesai berdoa, mereka akan masuk beramai ramai kesana dan mungkin melakukan ritual lainnya.

Praying in pura tirta empul
Kolam suci

Istana tampak siring dari bawah

Tampak siring dari atas


Back to APV, tujuan kami selanjutnya ke Kintamani. Perjalanan cukup lama. Lupa berapa jamnya. Tapi lumayan buat tidur siang :D. Nyadar waktu Sofyan membayar uang masuk ke kintamani. Dan ketika aku menegakkan badan terlihat pemandangan yang amat sangat menakjubkan. I’m in Kintamaniiii, jerit dalam hati doang :D. Kintamani adalah daratan tinggi di Bali, pas ke kintamani, nggak jarang telingaku sakitnya bukan buatan karena adanya perbedaan tekanan yang lumayan beda. Baru tadi pagi kami di dekat laut, dan menjelang tengah hari kami sudah ada di dataran tinggi. Karena belum menunaikan Zuhur, maka kami makan di tempat yang sekali lagi ada tulisan halalnya dan juga ada musolanya (thanks to pak supir yang tahu banget resto mana yang ada musolanya). Air yang aku pakai unttuk berwudu thu asli adem banget. Rasanya seger banget setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Setelah selesai solat zuhur, ada orang asing yang mau solat juga. Nah dia pakai celana pendek, bingung gimana caranya pake sarung, si Sofyan de yang ngajarin :D. senyum senyum pas denger mereka. Alhamdulillah bahasa Inggrisnya bisa bantu buat ibadah solat. Peace Yan…

Makan di tepi jurang dan disajikan pemandangan super duper keren? Hahh… meleleh ngeliatnya. Asli, itu pemandangan cantik banget. Alhamdulillah diberi umur untuk bisa menapakkan kaki dan melihat indahnya cipataan Allah :). Oke back to restaurant, makanannya lumayan enak enak dan bisa makan sepuasnya. Ratenya 80.000/net. Hehe sepuasnya ada disana, sampe jam ashar tiba pokoknya :) Gunung, danau dan semua perpaduan didalamnya it’s so perfect :).
Suasana resto






Setelah solat Ashar kami jalan lagi menuju lovina, aku sendiri rada amnesia, kami nyampe kintamani dulu atau kawasan argobisnis kopi luwak ya? Pokoknya kami juga diajak buat minum gratis hehehe… Kawasan Argobisnis luwak itu sendiri nggak begitu luas. Kami melihat kopi luwak yang sedang di gongseng (bahasa indonesianya apaan yak? :D) dan diajari melihat bedany akopi luwak yang asli atau biasa. Luwaknya sendiri malu. Nggak mau keluar dari kandang. Di sana kami disajikan enam macam minuman. Saya butuh gula sekilo buat minum secangkir coklat kental. Asli tu coklat pahit banget. Pemandangannya standard bali tapi nggak standard batam… minum coklat ditepi hutan yang hijau membentang :)

Kopi luwak

my chocolate

Sepanjang perjalanan banyak pohon cengkeh, dan banyak juga penduduk local  yang sedang menjemur cengkeh cengkehnya. Kami terus berjalan di antara hutan yang membentang dan akhirnya terlihat bahwa kami masuk ke kawasan Singaraja. Yang berarti kami sedikit lagi sampai di Hotel Angsoka. Ekspresi nyampe di Angsoka? Kok ini hotel kek gini ya? :p apalagi pas masuk kamar trus nyalain lampunya. Hehe lampunya yang bohlam kuning begitu… wkwkwk mana aku tidur sendiri lagi. Mereka mah enak tidur berdua. Hmm… walaupun ada adegan mati lampunya. Pokoke berani lah :).

Dan akhirnya aku pun melewati satu malam di angsoka dengan selamat :). Next day? Hmmm next blog ya hehehe

1 comment :